![]() |
Mencegah bersama demam berdarah
Widya Anggraini, Jakarta Community Manager
Dengue fever rates are higher in Indonesia than anywhere else in the ASEAN region, disproportionately affecting urban areas. Dengue fever is transmitted through mosquitoes, and is therefore especially prevalent during the rainy season. In Jakarta, the government has launched the 3M campaign — "Mengubur, Menutup dan Menguras," meaning "Drain, Seal and Bury" — to prevent mosquitoes from breeding. This movement encourages citizens to play a part by clearing neighborhoods of ponds, covering all water containers, installing mosquito screens on doors and windows and mosquito nets over beds, filling in or draining stagnant water, and fogging.
Demam berdarah dengue (DBD) pertama kali ditemukan pada tahun 1968 di DKI Jakarta dan Surabaya dan hingga kini telah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Kasus demam berdarah di Indonesia merupakan nomor dua tertinggi di dunia dan tertinggi di wilayah Asia Tenggara dengan angka kematian mencapai 1.125 kasus di tahun 2011.
Gerakan Nasional Cegah Demam Berdarah pada tahun 2009 atas initiative PT Johnson Home Hygiene Products (JHHP).
Pemerintah juga secara luas menyeleggarakan Kampanye 3M Plus sebagai salah satunya upaya pencegahan penyebaran DBD. Gerakan 3M Plus terdiri dari tiga langkah utama, yaitu 1) Menutup, bermakna menutup rapat tempat penampungan air untuk membatasi nyamuk bertelur; 2) Menguras, berarti secara rutin mengganti tempat-tempat air seperti bak mandi, vas bunga, kolam ikan, untuk membatasi nyamuk berkembang biak; dan 3) Menimbun, dalam arti menimbun atau mengubur kaleng atau wadah-wadah kosong yang menjadi sumber penyebaran nyamuk penyebab DBD agar nyamuk tidak menemukan tempat untuk bertelur. Dinamakan 3M plus sebab tiga gerakan utama tersebut dikombinasikan dengan bentuk pencegahan lain seperti memasang kasa nyamuk dirumah, menggunakan kelambu pada saat tidur, menggunakan obat oles pencegah nyamuk, menyebarkan bubuk abate pada tempat penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik di kolam agar terbebas dari nyamuk dan membersihkan rumah secara berkala agar jentik nyamuk tidak berkembang biak.
Kebon jeruk Jakarta Barat yang mendapat predikat sebagai daerah dengan tingkat terendah pada kasus demam berdarah. Dalam hal ini Ketua RT Kebon Jeruk secara aktif pada hari kamis berkeliling mengunjungi rumah-rumah warganya dan mengingatkan agar mereka memembersihkan rumah dan penampungan air serta memeriksa jentik nyamuk pada hari jumat. Sehingga lama kelamaan tumbuh kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar untuk mencegah penyebaran DBD.
Selain itu, Fogging atau penyemprotan juga menjadi salah satu agenda rutin selama musim penghujan, Fogging dilakukan untuk membunuh jentik-jentik nyamuk tersebut. Meski demikian pelaksanaan fogging harus dengan koordinasi dengan petugas kesehatan sebab fogging membutuhkan campuran obat susuai standar yang sudah ditetapkan WHO, jika tidak akan mengganggu ekosistem yang ada.
Foto: Tempo

