Pembangunan transportasi massal berbasis rel di Jakarta

Di Bulan Oktober ini, Pemerintah DKI Jakarta memulai pembangunan dua sistem transportasi massal berbasis rel, yaitu MRT dan Monorail. Gubernur Jakarta Joko Widodo meresmikan pembangunan awal stasiun kereta transportasi massal cepat (MRT) di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada hari Kamis 10 Oktober 2013. Jalur MRT ini merupakan tahap pertama yang akan menghubungkan kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Blok M hingga Lebak Bulus. Rencananya pemerintah Jakarta akan membangun proyek MRT lanjutan yang menghubungkan berbagai wilayah di Jakarta.

Proyek MRT tahap satu ini menyerap biaya sekitar Rp 20 triliun yang merupakan pinjaman dari lembaga keuangan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang dicicil selama sekitar 40 tahun. Menurut Direktur Utama PT. MRT, Dono Bustami, proyek MRT tahap satu ini mencakup pembangunan enam stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah. Hal ini merupakan proyek besar karena pertama kali terjadi di Indonesia sehingga diperlukan dukungan dari masyarakat. Konstruksi pembangunan direncakan akan berlangsung hingga awal tahun 2018. Total panjang jalur MRT Jakarta tahap satu nantinya sekitar 16 kilometer dengan jalur layang sekitar 10 kilometer, dan jalur bawah tanah sekitar 6 kilometer.

Menurut Gubernur Jokowi, dimulainya pembangunan proyek MRT tahap satu sekaligus membuktikan impian masyarakat akhirnya terwujud. Gubernur juga menegaskan sosialisasi kemacetan pada warga harus selalu diberikan setiap hari karena pembangunan ini jelas menimbulkan tambahan kemacetan di DKI Jakarta. Tidak lupa juga sosialisasi mengenai gaya hidup untuk masuk ke transportasi massal khususnya MRT harus dimulai dari sekarang sehingga akan mendorong perpindahan dari kendaraan pribadi apabila MRT sudah selesai dibangun nanti. Direncanakan kereta MRT dapat menampung 1.500 orang per lima menit dan mampu menempuh rute Lebak Bulus hingga kawasan Bundaran Hotel Indonesia hanya dalam waktu 30 menit.

Hanya berselang seminggu kemudian, tepatnya tanggal 16 Oktober 2013, Gubernur DKI Joko Widodo kembali meresmikan pembangunan transportasi lainnya yaitu kereta rel tunggal (monorail) dengan jalur elevated yang diberi nama Jakarta Eco Transport (JET). Setelah sempat terhenti selama 5 tahun, akhirnya pembangunan monorail di Jakarta kembali dilaksanakan. Peletakan batu pertama dilakukan Gubernur DKI Joko Widodo di Tugu 66, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Sebagai langkah awal, PT Jakarta Monorail akan membangun pondasi lebih dulu. Termasuk menguji kembali pondasi milik PT Adhi Karya yang teronggok bertahun-tahun. Pengerjaan ini dianggarkan sebesar Rp 8 triliun. Diharapkan bisa selesai dalam 3 tahun untuk jalur green line dan jalur blue line yang telah direncanakan. Untuk pembangunan teknis konstruksi, akan dikerjakan malam hari dengan tujuan menghindari kemacetan. Tiang-tiang penyangga akan dipasang dengan jarak per tiang 24 meter. Dalam pelaksanaannya, proyek ini juga menggandeng China Communications Construction Company Ltd untuk pemasangan tiang penyangga.

Pada fase pertama pembangunan ini, akan dibangun dua jalur yaitu jalur biru (blue line) dan jalur hijau (green line). Jalur biru meliputi Kampung Melayu - Tebet - Kuningan - Casablanca - Tanah Abang - Roxy - Taman Anggrek dan jalur hijau merupakan jalur yang melingkar menghubungkan Kuningan - Kuningan Sentral - Gatot Subroto – Senayan - Asia Afrika – Pejompongan – Karet - Dukuh Atas - kembali ke Kuningan. Untuk menghindari kemacetan bertambah parah akibat pengerjaan proyek ini, pihak Pemprov DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI. Koordinasi tersebut dilakukan dengan memetakan titik-titik kemacetan terparah dan jalur alternatif yang bisa dioptimalkan.

Add new comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.