![]() |
Kemauan politik dan partisipasi warga cegah banjir Surabaya
Widya Anggraini, Surabaya Community Manager
Setelah Jakarta, Urb.im kini akan mulai menurunkan liputannya atas kota Surabaya. Pemilihan kota ini dikarenakan banyaknya inovasi perkotaan yang telah dilaksanakan dan menunjukkan hasil yang positif terhadap perbaikan kehidupan masyarakat di wilayah perkotaan. Untuk liputan pertama mengambil tema bencana banjir dan solusi inovatif penanggulangannya.
Banjir bukanlah permasalahan baru yang kerap terjadi di kota-kota besar Indonesia termasuk Surabaya. Beberapa jalanan utama di Surabaya menjadi langganan banjir seperti di daerah Dharmawangsan, Dr Soetomo dan Mayjen Sungkono. Selain itu banjir juga menyebabkan wilayah padat penduduk dan kumuh selalu mengalami kesulitan air bersih dan banyak ganguan kesehatan akibat datangnya banjir. Banjir juga meluap hingga wilayah sekitar Surabaya yang masih memiliki daerah persawahan sehingga membenamkan areal pertanian mereka dan kerap merugikan hingga miliaran rupiah. Sebagai upaya mengatasi banjir perkotaan, walikota fenomenal Tri Rismaharini telah melakukan berbagai upaya penataan kota untuk mencegah banjir misalnya dengan melebarkan gorong-gorong, membuat sumur-sumur resapan dan membersihkan selokan air di kampung-kampung serta membuat bozem. Selain itu adanya inisiatif baik dari pemerintah telah mendorong masyarakat ikut serta dalam upaya pencegahan banjir di Surabaya. Adanya kemauan politik yang baik dan respon dari masyarakat untuk berpartisipasi ini telah membuat Surabaya menjadi kota percontohan penanggulangan banjir.
Surabaya merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang langganan banjir. Penyebabnya merupakan kombinasi letak kota yang memang diapit dua muara sungai besar serta banyaknya perumahan baru yang tidak memiliki system drainase yang baik dan kebiasaan masyarakat yang suka membuang sampah di sungai sehingga menyumbat saluran air dan mengganggu kerja pompa air. Terpilihnya walikota baru di tahun 2010 dengan berbagai inovasinya untuk memperbaiki tata kota di Surabaya telah memberikan angin segar bagi warga agar terhindar dari banjir yang selalu hadir.
Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya saat ini gencar mendorong pembuatan sungai atau saluran baru untuk setiap pembangunan seluas seribu meter persegi. Hal ini disampaikan berulang kali oleh Ibu Walikota kepada para kepala camat dan lurah di Surabaya. Advokasi ini dilakukan berulang kali agar aparat di wilayah administrasi terendah di kecamatan dan desa dapat memahami pentingnya kerjasama dalam menanggulangi banjir. Kemudian perhatian juga diberikan terhadap fungsi rumah pompa agar selalu dijaga sehingga kemampuan pompa mengalirkan airnya juga meningkat. Selain itu, Badan Perencanaan pembangunan Kota (Bappeko) juga melakukan berbagai upaya meminimalisir banjir dengan membuat sumur-sumur resapan, membangun saluran air dan memperlebar maupun membuat gorong-gorong baru. Upaya lainnya adalah pembuatan Bozem mini atau waduk tempat penampungan air hujan sehingga ketika hujan deras tidak sampai terjadi genangan air yang tinggi dan meluber yang berpotensi menimbulkan genangan banjir.
Adanya aktivitas nyata di lapangan yang dilakukan pemerintah dalam menangani banjir dan bukti yang telah mereka rasakan misalkan saat banjir kini sudah banyak berkurang di berbagai titik langganan banjir, telah mendorong masyarakat secara sadar untuk ikut berpartisipasi aktif. Mereka menyambut baik segala upaya Pemkot Surabaya dan masyarakat turut serta dalam upaya ini seperti yang terjadi di Kelurahan Asemrowo dan Medayu Utara. Mereka kini dengan teratur bergotong-royong melakukan pembersihan selokan dan gorong-gorong di sekitar rumah. Adanya partisipasi warga ini mendapat sambutan baik dan penghargaan dari pemkot Surabaya untuk inisiatifnya membantu menanggulangi banjir sebab tanpa dukungan masyarakat luas maka pemerintah sendiri akan kesulitan menanganinya. Aspirasi warga yang meminta saluran air juga sering ditindaklanjuti. Advokasi agar masyarakat tidak membuang sampah juga gencar dilaksanakan sebab sampah menjadi penyebab utama macetnya saluran air sehingga banjir. Atas keberhasilan ini, Surabaya merupakan salah satu contoh kota dimana bertemunya kemauan politik dan partisipasi warga telah berhasil mengurangi banjir yang kerap dianggap sebagai permasalahan yang mustahil untuk diatasi kota.
Foto: Andre Jip

